Author Archives: hadi

Selamatkan Budaya Indonesia

Pe945DXdh47PCHBMFdPAE4BPMXrubahan zaman (dampak globalisasi) sangat mungkin mempengaruhi pola pikir/prilaku manusia, termasuk di dalamnya pemahaman tentang budaya( asli Indonesia) yang berakibat pada keberlangsungan tradisi-tradisi yang ada, secara perlahan-lahan mulai luntur. Generasi muda, karena pengaruh dari budaya modern yang kembang serta disukai mereka, sedikit demi sedikit mulai melupakan dan tidak meminati budaya asli tradisionalnya. Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka tidak mustahil warisan asli budaya tradisional akan punah dengan cepat.
Menanamkan rasa bangga dan mencintai dengan sepenuh hati warisan tradisonal budaya asli kita perlu ditanamkan sejak dini dengan memberi pemahaman bahwa budaya kita mencerminkan nilai-nilai moral bangsa kita dan identitas kita di tengah-tengah masyarakat dunia. Jika kita bangga dan mencintai budaya asli kita, maka bangsa lain akan mengetahui asal-usul kita dan menghargai serta menghormati kita.
Indonesia memiliki seribu lebih bahasa, seni budaya, yang membuat Indonesia menjadi salah satu negara terkaya di dunia dalam kepemilikan budaya tradisonal. Karena begitu pentingnya budaya tradisonal sebagai ciri khas kebangsaan kita, maka sudah sepatutnya kita mencintai dan melestarikan budaya-budaya tersebut supaya tidak punah. Tidak ada kata TERLAMBAT dalam mencintai budaya daerah sendiri
Banyak cara yang dapat dilakukan oleh kita sebagai orang tua, agar generasi kita mencintai budaya asli tradisionalnya dengan senang hati dan tanpa paksaan, diantaranya:
1. Menjadi teladan, Orang tua harus pertama-tama mencintai budaya asli leluhurnya atau budaya daerah setempat di mana Anda tinggal. Ketika anak melihat teladan dari orang tuanya bahwa mereka sangat menghargai dan mencintai budayanya maka kemungkinan besar anak akan meniru dengan senang hati.

2. Menggunakan bahasa daerah di rumah. Gunakan bahasa daerah dari mana kita berasal ketika berada di rumah dengan cara demikian kelestarian masing-masing bahasa daerah akan tetap terjaga.

3. Rekreasi budaya bersama Keluarga. Sesekali kita membuat ide mengajak mereka untuk mengunjungi pusat-tempat-tempat kesenian daerah setempat, seperti: Kerajinan batik, Kesenian musik tradisional, Museum budaya, dan lain sebagainya.

Iklan

UN 2016 Dilaksanakan 3 Kali

Pada Tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) sebanyak tiga kali yakni pada 22 Februari, 4 April dan Juni hingga September.

Periode tanggal 22 Februari 2016 untuk peserta UN 2015 yang belum memenuhi standar kompetensi lulus pada satuan mata pelajaran dan berkeinginan mengulang.

Periode 4 April 2016 merupakan UN utama  peserta SMA/SMK yang akan lulus pada 2016.

Periode Juni-September 2016 untuk  UN perbaikan ditujukan bagi peserta yang tidak memenuhi standar kompetensi lulus pada satuan mata pelajaran (periode 4 April 2016)

Pelaksanaan UN 2016 dilaksanakan melalui dua cara  berbasis cetak dan berbasis computer.

Adapun kisi-kisi soal UN adalah irisan dari kurikulum KTSP 2006 dan kurikulum 2013.

Kisi-kisi yang dikeluarkan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) bersifat makro, sesuai dengan ketuntasan kurikulum

Pelaksanaan UN 2016 sama dengan UN 2015 yakni tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Sementara, ujian perbaikan juga tidak wajib, jadi pesertanya bisa sedikit.

KISI-KISI UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2014/2015

UNPemerintah melalui  BSNP  telah menetapkan  Surat Keputusan tentang Kisi-KisiUjian Nasional Tahun Pelajaran 2014-2015.

Berikut kami sampaikan Kisi-Kisi UN Tahun Pelajaran 2014-2015untuk diunduh dan dipergunakan untuk sekolah tingkat SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMK/SMALB dan Paket B, Paket C dan Paket C Kejuruan .

Kisi-kisi soal Ujian Nasional 2015 yang kami posting ini sesuai  dengan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) No. 0027/P/BSNP/IX/2014 tentang Kisi-Kisi Ujian Nasional untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2014-2015.

Kisi-kisi soal Ujian Nasional dijadikan acuan dalam penyusunan soal ujian nasional pada satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah tahun 2015. Selengkapnya bisa anda pelajari dan unduh  dengan menge-Klilk disini

Sedangkan Permendikbud No. 144 Tahun 2014 Tentang KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK DARI SATUAN PENDIDIKAN DAN PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH /MADRASAH/ PENDIDIKAN  KESETARAAN DAN UJIAN NASIONAL  Klik disini

KEGAGALAN PENERAPAN SMM ISO 9001:2008 DI SEKOLAH

IHT ISO 9001 di SMK Mlarak PonorogoPendidikan memiliki peranan yang cukup besar dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Pendidikan yang bermutu akan dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu.

Fokus utama yang harus diperhatikan dalam peningkatan mutu pendidikan adalah peningkatan kualitas sekolah sebagai basis utama pendidikan. Lembaga pendidikan formal di Indonesia termasuk SMK perlu meningkatkan kualitas pendidikannya.  Salah satu cara peningkatan kualitas pendidikan di SMK dapat dilakukan melalui pelaksanaan manajemen sekolah yang baik. Manajemen sekolah yang baik adalah manajemen yang menitik beratkan pada peningkatan masalah mutu dan berstandar Internasional seperti ISO 9001: 2008. Sistem ISO 9001:2008 merupakan sarana untuk dapat mencapai tujuan mutu..

Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 adalah merupakan salah satu ‘tools’ untuk menciptakan perubahan menuju kearah perbaikan terus menerus dalam sebuah organisasi. Bagi sekolah baik tingkat SD, SMP, maupun SMA / SMK bahwa SMM ISO 9001:2008 lebih dipandang sebagai persyaratan.  Dan alasan itu pula lah yang akhirnya menjadi bumerang atau lingkaran setan yang menyebabkan kegagalan sebuah organisasi (:sekolah) dalam penerapannya.

Hasil pemantauan awal dan analisis sederhana dari Tim IDEA Consultant bahwa 5 (lima) faktor penyebab utama kegagalan sekolah dan organisasi lain dalam menerapkan SMM ISO 9001:2008 adalah sebagai berikut :

1. Kurang Adanya Komitmen dari Manajemen
Artinya : dari semua unsur menajemen misalkan mulai satpam, staff, sampai dengan Kepala Sekolah (Top Manajemen), tidak dengan sungguh sungguh dalam penerapan dokumen mutu Sistem Manajemen Mutu yang sudah ditetapkan oleh organisasi/sekolah itu sendiri. Dokumen Mutu yang seharusnya menjadi acuan dalam berorganisasi / menjalankan organisasi solah-olah terlepas begitu saja dengan kegiatan aktifitas kerja sehari-hari.

2. Penerapan Persyaratan SMM ISO 9001:2008 Yang Kurang Benar
Jika ada kejadian, yang mana Dokumen Mutu yang ditetapkan menjadi Sistem Manajemen Mutu di Sekolah/ Organisasi yang seharusnya akan mempermudah serta memperjelas jalur jalannya organisasi; tetapi malah sebaliknya dirasakan (dianggap)  mempersulit aktivitas organisasi/sekolah itu sendiri, maka kesimpulannya : Penerapan Persyaratan ISO 9001 dalam Dokumen Mutu Kurang Benar. Sekolah/organisasi harus mau untuk kembali duduk bersama, untuk merubah Dokumen Mutu agar bisa secara nyaman dan aman menjadi jalur dalam menerapkan organisasi. Ingat! Dokumen Mutu bukan ‘Kitab Suci’ yang tidak boleh dirubah atau ditambah atau pula dikurangi. Semua diatur dalam Prosedur Wajib : Pengendalian Dokumen dan Rekaman.

3. Adanya Dualisme Atau Lebih Sistem Manajemen (Dikotomi Manajemen)
Khususnya di organisasi sekolah yang mengadobsi SMM ISO 9001 ini adalah karena alasan dalam pembuka artikel di atas. Di Sekolah seolah-olah ada lebih dari satu sistem manajemen : Ada Sistem Manajemen Yang Berdasarkan Kebijakan Kepala Sekolah, dan Ada Sistem Manajemen Mutu ISO 9001. Ketika ada rapat koordinasi ada pihak yang harus ‘minggir’ karena merasa tidak terlibat. Juga Sebaliknya, ketika Wakil Manajemen Mutu (MR) mengadakan pertemuan membahas perkembangan manajemen sekolah, maka ada pihak yang lain juga ‘minggir’ karena merasa tidak terlibat. HAL INI KESALAHAN YANG PALING BESAR !!! Karena pada hakekatnya SMM ISO 9001 yang sudah diadobsi menjadi Sistem Manajemen Mutu Sekolah/Organisasi adalah ‘wadah’ dari semua sistem yang selama ini ada atau yang akan ada. Karena Sistem Manajemen Mutu merupakan sistem yang mengadobsi semua persyaratan yang menjadi ketetapan (Statutory and Regulatory Requirement) khususnya yang akan mempengaruhi terhadap ‘persyaratan produk’ (produk:Lulusan).

4. Struktur Organisasi dan TUPOKSI Yang Tidak Berjalan
Harus ada ketegasan perihal Tugas dan Kewenangan Jabatan. Karena SMM ISO 9001 tidak mengatur tugas / kewenangan individu tetapi ‘jabatan’. Jika hal tersebut tidak berjalan dengan baik maka indikasinya Sistem Manajemn Mutu di dalam organiasi tersebut tidak berjalan pula (:GAGAL).

5. Tidak Adanya Dukungan Sumber Daya Yang Memadahi
Sumber Daya adalah 5-M (Man, Money, Method, Material, Management/Macine). Memang harus kita akui sehebat apa pun sistem manajemen dibangun jika dari kelima unsur tersbut tidak dikembangkan dengan baik, maka sistem manajemen mutu pun akan ‘Tidak Berhasil’ (:GAGAL). Maka dari itu untuk ‘Man’ organisasi harus memberdayakan bagian Sumber Daya Manusia dengan benar. Mempersiapkan pelatihan dan pendidikan, serta mengevaluasi kefektifannya. Money , penyusunan Anggaran yang mengacu pada ‘Sasaran Mutu’ yang akan dicapai. Method, Menjalankan aktivitas sesuai prosedur Mutu. Material, Sistem penerimaan ‘input’ yang terkendali. Management/Machine,
Semoga dengan memahami lima faktor penyebab Kegagalan Dalam Penerapan SMM ISO 9001:2008 di atas akan kembali menyadarkan kita semua. Visi-Misi Sekolah adalah visi-misi yang ada dalam Dokumen Mutu juga. Kebijakan sekolah adalah juga Kebijakan Mutu. Target sekolah adalah merupakan SASARAN MUTU dalam Dokumen Mutu juga. Jangan Sampai ekpektasi dari penerapan SMM ISO 9001 hanya mencari selembar kertas saja. Dengan adanya ‘sertifikat’ pengakuan; berarti : “…has ability to establish, maintain and improve their quality management system for complying with ISO 9001:2008 requirements. We are recommending for ISO 9001:2008 certification to this client“. (…memiliki kemampuan untuk membentuk, memelihara dan memperbaiki sistem manajemen mutu mereka untuk memenuhi persyaratan ISO 9001:2008.

 

Sumber

=>Materi IHT Implentasi SMM ISO 9001 , Ismanto, P4TK Bispar Bogor, 2009

=>http://idea-koes.blogspot.com,