Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK

DSC01062Meski telah berjalan 5(lima) bulan, penerapan kurikulum 2013 di beberapa sekolah percontohan termasuk di 13 SMK (Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek) bukan berbarti tanpa masalah dan hambatan.

Dari hasil kunjungan observasi ke sekolah sasaran, beberapa  masalah yang dapat dikemukakan diantaranya:

  1.  Siswa belum terbiasa dengan tuntutan pembelajaran kurikulum 2013. Hal ini  karena pada kurikulum 2013  metode pembelajarannya agak berbeda dengan kurikulum sebelumnya, yang mengharuskan siswa untuk berfikir kritis dalam menanggapi pelajaran. Fugsi guru di kurikulum ini hanya sebagai fasilitator
  2. Akibat siswa belum terbiasa, tidak jarang guru menggunakan kebiasaan lama
  3. Tidak sedikit guru menginterpretasikan  pengertian pendekatan pembelajaran saintifik identik sama dengan penggunaan IT dalam pembelajaran, padahal yang demikian kurang tepat.
  4. Tidak sedikit guru mata pelajaran kejuruan/paket keahlian merasa ada ketidakadilan perhatian kepada mereka, karena mata pelajaran kejuruan belum  ada panduan
  5. Terdapat  guru belum melakukan penilaian otentik, karena kurangnya pemahaman terhadap pengertian, teknik maupun saat pelaksanaannya.

Selama penerapan kurikulum 2013, pelatihan yang dilaksanakan pemerintah baru meliputi tiga mata pelajaran yakni, matematika, Bahasa Indonesia dan sejarah, sedangkan pelatihan untuk mata pelajaran lainnya belum dilaksanakan.

Walaupun di beberapa sekolah  telah melaksanakan induksi (melalui workshop internal) , sangat diharapkan adanya pelatihan seperti 3 mata pelajaran wajib, karena sangat besar manfaatnya bagi guru untuk penyamaan persepsi dalam penerapan kurikulum 2013.

Dari uraian di atas,  terdapat beberapa hal yang harus memperoleh perhatian:

  1. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih perlu menyelenggarakan lagi diklat impelementasi kurikulum 2013 baik bentuk maupun frekuensinya
  2. Pemerintah segera menerbitkan Peraturan terkait struktur kurikulum khususnya Mata Pelajaran Paket Keahlian
  3. Pemerintah segera menerbitkan perangkat-perangkat pendukung penilaian misal leger maupun buku induk
  4. Pemerintah perlu meninjau ulang pedoman penulisan  rencana penerbitan peraturan terkait Rapor / Laporan Hasil Ketercapaian Kompetensi Siswa

Akhirnya kita berharap tulisan ini dapat memberikan manfaat dan motivasi para pemerhati kurikulum  untuk berkomunikasi  yang pada gilirannya akan mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum 2013.

Iklan

About hadi

gemini

Posted on 16 Desember 2013, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: