Pendidikan Kewirausahaan

fotokwuSalah satu Penyebab permasalahan pengangguran adalah sistem pendidikan yang hanya menghasilkan tenaga teknikal skill, yang belum banyak memberikan manfaat bagi Negara (Danuhadimejo: 1998). Atau faktor ketidakmampuan dan ketidakberanian pencari kerja untuk berwiraswasta/ wirausaha (Mardikanto:1997). Mereka yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan formal, pada umumnya hanya ingin menjadi pegawai negeri atau karyawan, jarang yang mau dan mampu menciptakan dan mengembangkan pekerjaan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain atau wirausaha (Gimin: 2000).

Kenyataan seperti ini meng-indikasikan bahwa sekolah baru sekedar mampu mempersiapkan peserta didik untuk mengisi lapangan kerja dan belum mampu mempersiapkan mereka menjadi manusia-nanusia wirausaha. Guru wirausaha di SMK memegang peranan yang sangat strategis dalam menanamkan sikap kewirausahaan bagi siswa, sehingga mindset siswa SMK beubah dari “lulus dan mencari pekerjaan” menjadi “lulus SMK menciptakan lapangan pekerjaan” atau menjadi wirausaha. Lahirnya para wirausahawan berarti semakin banyak pula terciptanya lapangan kerja (Danuhadimedjo: 1998). Terciptanya lapangan kerja akan memiliki kontribusi positif bagi pengentasan pengangguran dan kemiskinan. Begitu juga keberhasilan pembangunan ekonomi suatu Negara sebenarnya sangat ditentukan oleh keberadaan wirausahawan yang memadai dan mampu berfikir inovatif dan kreatif, sebab menurut Schumpeter dalam Thomas dan Mueller (2000) bahwa meningkatnya aktivitas kewirausahaan masyarakat dapat memberi sumbangan terhadap pembangunan. Melihat kenyataan di atas kita segera dapat melihat peran besar dan strategis bagi SMK untuk mengubah Sikap Siswa dari “ Mencari Kerja “ menjadi “ Menciptakan lapangan kerja/Wirausaha”. Peran yang bisa dilakukan oleh Guru Wirausaha sangatlah strategis, karena mata pelajaran kewirausahaan dipandang paling erat kaitannya dengan hal tersebut.

Peranan Guru kewirausahaan di SMK pada era reformasi dan otonomi daerah menjadi semakin penting. Mereka diharapkan mampu mengembangkan seluruh potensi yang ada, untuk mengembangkan keseluruhan aspek pembelajaran. Dari pelajaran kewirausahaan diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya disiapkan untuk bekerja, tetapi menjadi wirausahawan. Untuk itu sudah selayaknya, mulai sekarang para pengajar kewirausahaan harus berpedoman pada paradigma baru, harus mempertimbangkan berbagai faktor, baik yang berkenaan dengan latar belakang peserta didik, psikologis anak, jenis belajar dan lain-lain.

Meningkatnya keberhasilan pendidikan kewirausahaan di SMK ditandai dengan meningkatnya sikap kewirausahaan siswanya. Oleh sebab itu diperlukan model pembelajaran yang lebih riil, yaitu memberikan mereka life skills. Life skills dalam pendidikan kewirausahaan adalah interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki oleh siswa sehingga mereka dapat hidup mandiri sebagai wirausahawan. Maka empat prinsip penting dalam menjalankan pembelajaran kewirausahaan sebagai life skills tidak boleh ditinggalkan, yaitu Learning to know (belajar untuk mengetahui kewirausahaan), learning to do (belajar untuk melakukan kegiatan wirausaha), learning to be (belajar untuk mempraktekkan kegiatan wirausaha), and learning to live together (belajar untuk bersama dengan yang lain dalam interaksi sosial dalam berwirausaha).

Iklan

About hadi

gemini

Posted on 13 Desember 2013, in Pendidikan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: