PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN

Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran. Dalam proses perbaikan dan peningkatan pembelajaran ini peranan guru sangat penting. Oleh karena itu, guru sepatutnya mampu menetapkan strategi yang dipandang dapat membelajarkan siswa melalui proses pembelajaran yang dilaksanakan, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif, dan hasil belajar pun diharapkan dapat lebih ditingkatkan. Penetapan metode pembelajaran hendaknya merupakan hasil dari pertimbangan yang matang. Artinya, guru tidak sembarangan menetapkan suatu metode pembelajaran. Dia harus efektif dan efisien serta sesuai dengan dinamika isi materi yang diajarkan, sesuai pula dengan kemampuan siswa dalam menangkap isi materi apabila metode itu diterapkan. Menurut Roestiyah (1991:3) dikemukakan bahwa Tidak cukup bagi seorang guru untuk semata-mata memperhatikan bahan atau ilmu pengetahuan yang akan diajarkan pada muridnya tanpa mengenal dan menguasai metode-metode pembelajaran yang harus digunakan di dalam situasi dan tujuan tertentu. Tujuan-tujuan pembelajaran akan tercapai apabila guru mampu mengenal dan menguasai dengan baik sifat-sifat dari setiap teknik penyajian sehingga ia mampu pula mengombinasikan penggunaan beberapa teknik penyajian tersebut sekaligus untuk mencapai beberapa tujuan yang telah dirumuskannya itu.
Menurut Nurhadi (2003:1) dalam konteks pembaruan pendidikan, ada tiga isu utama yang perlu disoroti, yaitu “pembaruan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran dan efektivitas metode pembelajaran. Kurikulum pendidikan harus komprehensif dan responsif terhadap dinamika sosial, relevan, dan mampu mengakomodasikan keberagaman keperluan dan kemajuan teknologi”.
Saat ini kemajuan teknologi sangat pesat, satu diantara produknya adalah Internet. Internet singkatan dari interconnection and networking. Internet adalah jaringan informasi global terbesar yang memungkinkan orang untuk saling berhubungan secara mudah dan cepat melalui teknologi terutama PC. Internet diluncurkan pertama kali oleh J.C.R. Licklider dari MIT (Massachusetts Institute Technology) pada bulan Agustus 1962.

Internet disebut juga media massa kontemporer, karena memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah media massa, seperti antara lain : ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim serta melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat oleh penggunanya.

Penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran (pendidikan) yang semakin meluas terutama di negara-negara maju, merupakan fakta yang menunjukkan bahwa dengan media internet memang dimungkinkan diselenggarakannya proses belajar mengajar yang lebih efektif. Hal itu terjadi karena dengan sifat dan karakteristik internet yang cukup khas, sehingga diharapkan bisa digunakan sebagai media pembelajaran sebagaimana media lain yang telah dipergunakan sebelumnya seperti radio, televisi, dan lain-lain.

Kelebihan dan Kekurangan Internet

Elangoan, 1999; Soekartawi, 2002; Mulvihil, 1997; Utarini, 1997, dalam Soekartawi (2003), menyatakan bahwa internet pada dasarnya memberikan manfaat antara lain :

  1. Tersedianya fasilitas e-moderating dimana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
  2. Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari.
  3. Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
  4. Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah.
  5. Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melaui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
  6. Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif.
  7. Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tingggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional, bagi mereka yang sibuk bekerja, bagi mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri dan sebagainya.

Berdasarkan hal tersebut maka ada beberapa keuntungan bila kita menggunakan internet sebagai media pembelajaran dalam pendidikan, yaitu :

  1. Frekuensi tatap muka bukan lagi menjadi suatu kebutuhan yang mutlak, karena dengan adanya penyediaan bahan-bahan yang dapat langsung diakses melalui internet.
  2. Para peserta didik dapat langsung mendapatkan bahan-bahan yang selalu up to date.
  3. Para peserta didik dapat memperkaya bahan-bahan yang ada dengan melakukan pencarian di internet.

Manfaat internet pada dasarnya tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada. Hal ini sangat tergantung pada institusi pendidikan. Apalagi jika metode ini dipergunakan maka akan berimplikasi pada :

  1. Ketersediaan sarana pendukung yang harus menunjang
  2. Ketersediaan jaringan internet yang memadai
  3. Serta perlu pula di dukung oleh tingkat kecepatan yang memadai
Iklan

About hadi

gemini

Posted on 13 Juni 2011, in Pendidikan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: