Mari memahami Tembang Macapat

Proses pembelajaran hidup yang  baik dan hirarki (berkesinambungan) banyak dibahas/disampaikan lewat Tembang Macapat.

Tembang macapat merupakan tembang yang konon berasal dari kata “mocone papat papat” (membacanya empat empat), didalam tembang Macapat tersebut dibagi menjadi beberapa jenis nama tembang yang menyiratkan sandi didalam nama jenis tembang macapat  tersebut, Banyak  tafsir nama/ jenis tembang macapat ternyata sangat beragam. Hal ini sangat tergantung dari kemampuan daya tafsir dari penafsir arti tembang tembang tersebut.  Berikut  berbagai tafsir atas nama / jenis tembang Macapat yang dapat penulis  kumpulkan , sebagai berikut :

1. Maskumambang
Lagu Maskumambang dinyanyikan oleh  untuk menghibur sang putri yang sedang mengandung, agar jabang bayi lahir beruntung
Maskumambang berasal dari kata “kumambang” mengandung arti hidupnya mengambang (di dalam perut ibunda nya)

2. Mijil
Lagu Mijil dinyanyikan untuk sang Putri sewaktu melahirkan sang bayi  Sebagai hiburan karena mengalami nyeri  yang dideritanya akibat proses persalinan tersebut.

Mijil mengandung arti Lahir (kelahiran)

4. Kinanti

Lagu Kinanti dilagukan karena cinta kepada bayi yang baru/ mulai mengenal dunia . Secara perlahan mengenali Ibu dan Bapak. Mengharap cinta kasih yang mesra dari berdua
Kinanthi berasal dari kata “kanthi” atau tuntunan yang berarti di tuntun supaya bisa berjalan dalam kehidupan di alam dunia

5. Sinom

Lagu Sinom dinyanyikan anak sudah muda belia , yang membuka matanya akan kehidupan dunia yang nyata . Berkenalan dengan teman dan sanak saudara . Mempersiapkan diri mengarungi kehidupan didunia
Sinom berarti “kanoman” (kemudaan/usia muda), berarti adalah waktu luang pada masa muda untuk menimba ilmu sebanyak banyaknya
6. Asmorandana

Lagu Asmorandana dinaynyikan dikala anak menjadi dewasa. Memilih kawan hidup untuk yang  didasarkan kasih sayang dan cinta mesra  dalam menuju ke jenjang Rumah Tangga
Asmarandana  berarti perasaan asmara/cinta, perasaan saling menyukai yang sudah menjadi kodrat ilahi (perasaan lelaki dan perempuan)

7. Gambuh

Lagu Gambuh berkumandang diudara mengiringi keputusan untuk mempersunting sang dara. Dengan meminang pilihan hati dengan gembira sebagai pelambang kesucian hati dan rasa cinta
Gambuh berasala dari kata “jumbuh/sarujuk” (cocok) yang berarti sudah cocok kemudian dipertemukan antara pria dan wanita yang sudah memiliki perasaan asmara, agar menjadikan sebuah pernikahan.

8. Durmo

Lagu Durmo kembali dinyanyikan sewaktu kedua mempelai naik kepelaminan . Tanda akan syahnya suatu perkawinan . Saatnya keduanya menguatkan tali ikatan
Durmo berasal dari kata “darma/weweh” (berdarma/memberikan sumbangan). Bila orang sudah merasa berkecukupan maka kemudian timbul rasa welas asihnya kepada sesama yang sedang ada masalah, sebab itu kemudian tibul persaan iba dan ingin memberikan sumbangan kepada semua, sebab itu memang sudah menjadi watak manusia yang ingin selalu berderma akibat dari welas asih hatinya.

9. Dandanggulo

Lagu Dandanggulo adalah lagu tentang manisnya  dalam saling memberi jiwa raga. Memberi tanpa mengharap imbalannya  sebagai bukti akan kuatnya dalam bercinta
Hidup berkecukupan untuk sekeluarga. Sebab itu dia merasa bergembira hatinya, bisa disebut lagu “dandhanggula”

10. Giriso

Lagu Giriso menempati tempat istimewa . Kadang terasa risi dan cemas didalam dada
Apakah betul-betul anaku bahagia ? Apakah terpenuhi kebutuhan hidupnya

11. Pangkur

Lagu Pangkur diciptakan untuk manusia yang telah mengalami hidup secukupnya didunia , yang terbuka mata, hidup ini tidak mengumpulkan dunia saja. Suatu waktu akan ditinggalkan juga
”pangkur” berasal dari kata “mungkur” (mundur) yang berarti sudah memundurkan semua hawa napsunya, yang dipikirkan hanya berdarma kepada sesama mahluk

12. Megatruh

Lagu Megatruh mengelu-elukan kedatangan Malaikat . Dimana saat jiwa akan diangkat . Dimana raga ditinggalkan untuk dirawat oleh sekalian keluarga dan kerabat

Megatruh berasal dari kata “megat roh” (melepaskan roh), roh atau nyawa sudah lepas dari badan jasadnya sebab sudah waktunya kembali ke tempat yang telah digariskan oleh Hyang Maha Kuasa

13. Pucung

Lagu Pucung dinyanyikan sebagai tanda . Supaya jenazah dimandikan menurut Agama . Dibungkus kain kafan dari kaki ke ujung kepala . Tanda bahwa pulang itu tidak membawa apa-apa

Pucung / Pocung  berarti “lelayon” (mayat) badan jasad kemudian di pocong sebelum dikubur

14. Wirangrong

Lagu Wirangrong adalah lagu penutup Usailah masa hidup
Wirang artinya mengerti atau tahu cara hidup
Rong artinya lubang kubur dimana hidup ditutup

Iklan

About hadi

gemini

Posted on 23 Mei 2011, in Pendidikan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: