Pemilihan dan Penerapan Metode Pembelajaran

Tingkat kemampuan belajar masing-masing siswa bebeda. Tentu hal ini berpengaruh pada prestasi belajar siswa yang berbeda pula. Perbedaan ini disebabkan adanya faktor – faktor yang mempengaruhinya, yaitu:  berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) dan berasal dari luar diri siswa (faktor eksternal.

 

Abu Ahmadi (1999:130) mengelompokkan dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar menjadi tiga macam :

  1. Faktor-faktor stimulan belajar, yatu segala hal di luar invidu untuk mengadakan reaksi atau perbuatan belajar. Stimuli dalam hal ini mencakup material, penugasan, serta suasana lingkungan eksternal yang harus diterima atau dipelajari.
  2. Faktor-faktor metode pembelajaran, metode pembelajaran yang digunakan guru sangat mempengaruhi  metode belajar yang dipakai siswa.  Dengan kata lain metode pembelajaran yang digunakan oleh guru menimbulkan perbedaan  yang berarti bagi proses belajar. Faktor metode belajar ini meliputi kegiatan berlatih, overlearning dan drill, resitasi selama belajar, bimbingan dalam belajar, penggunaan modelitet indera dan kondisi-kondisi insentif.
  3. Faktor-faktor individual, meliputi  kematangan usia, pengalaman dan motivasi.

Dari uraian tersebut dapat dijelaskan bahwa siswa akan mempunyai prestasi belajar yang baik  selain karena memiliki kesiapan mental, motivasi,  pengalaman, kemampuan, persepsi, kecerdasan, juga karena adanya desain pembelajaran yang tepat serta proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Prestasi belajar ditunjukkan melalui nilai atau dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru  sebelum , selama, dan sesudah proses pembelajaran .

Mengingat pembelajaran yang baik berpengaruh pada prestasi belajar siswa maka seorang harus melakukan perubahan paradigma pembelajaran, dimana pembelajaran sebaiknya berorientasi pada siswa (student centered learning) tidak berpusat pada guru( teacher centered learning). Kehadiran guru di sini tidak berkaitan dengan penyampaian materi pelajaran, tetapi menyediakan fasilitas, memberi motivasi, dan membangkitkan minat. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Tarigan bahwa Pengenalan aneka tujuan dalam pembelajaran akan mendorong para guru untuk berperan sebagai fasilitator (Tarigan 1985 : 2). Keadaan tersebut tidak berarati bahwa kehadiran guru dalam pengajaran tidak penting, sama pentingnya dengan kehadiran dalam pembelajaran yang lain. Tanpa bimbingan guru kebanyakan siswa mengalami pelompatan  dalam proses pemahaman dan penanaman konsep.

Dalam pembelajaran, guru dituntut berperan sebagai pencipta suasana, pemandu, inspirator, guru diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif yakni suasana yang membebaskan siswa dari segala perasaan takut, malu, terpaksa, dan sebagai hal yang dapat menghambat tumbuh dan berkembangnya kreativitas siswa. Walau berpusat pada siswa, kegiatan pembelajaran harus terencana dan terprogram, seperti yang dikemukan oleh Dimyati (1999:297) bahwa pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Sedangkan  Abdul Aziz Wahab (2007: 2) “metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan-tahapan tertentu”.

Keberhasilan suatu pembelajarandisebabkan banyak hal diantaranya pemilihan dan penerapan metode pembelajaran Banyak referensi metode pembelajaran. Pemilihan penggunaan metode harus memperhatikan beberapa hal, seperti yang dikemukakan Winarno (dalam Syaiful Bahri Djamarah, 2000:184)  antara lain :

1.      Tujuan dan fungsinya

2.      Tingkat kematangan anak didik

3.      Situasi dengan berbagai keadaanya.

4.      Fasilitas dengan berbagai kualitas dan kuantitasnya.

Jika hal ini diperhatikan, dipatuhi dan diselenggarakan dengan baik, arif dan bijak pembelajaran yang monoton dapat dirombak.

.Pustaka

Abdul Aziz Wahab, 2007, Metode dan Model-model Mengajar, Bandung, Alfabeta.

Abu Ahmadi, 1999, Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta.

Dimyati, 1999, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta.

Syaiful Bahri Djamarah, 2000, Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, Jakarta,  Rineka Cipta.

Tarigan, Henry Guntur 1983. Membaca Ekspresif. Bandung: Angkasa

Iklan

About hadi

gemini

Posted on 26 Februari 2011, in Pendidikan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: