Hasil UN Menjadi Syarat Penerimaan Mahasiswa Baru
Mulai tahun 2012, hasil Ujian Nasional (UN) menjadi salah satu syarat penerimaan mahasiswa baru lewat seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Hal itu berlaku pada jalur undangan maupun tertulis.
“Jika nilai UN dibawah batas kelulusan, meski namanya lolos di SNMPTN tetap tidak bisa diterima,” kata Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Djoko Santoso kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (19/1).
Hadir dalam kesempatan itu, Wamendikbud bidang pendidikan, Musliar Kasim, Ketua Umum SNMPTN yang juga Rektor ITB, Akhmaloka, Direktur Institusional Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman dan Manager Divisi Business Service Telkom, Slamet Supriyadi.
Djoko menjelaskan, dimasukkannya nilai UN sebagai evaluasi akhir penerimaan masuk PTN, terutama pada jalur undangan, untuk memberi perimbangan atas nilai rapor. Melalui hasil UN, bisa diketahui apakah nilai rapor telah “diutak-atik” atau belum.
“Kalau nilai rapor rata-rata 9, trus nilai UN-nya rata-rata 4, hal itu patut dipertanyakan. Karena itu, tahun ini nilai UN menjadi pertimbangan sebagai evaluasi akhir SNMPTN,” kata Djoko.
Ketua Umum SNMPTN Akhmaloka menjelaskan, pendaftaran SNMPTN 2012 lewat jalur undangan akan dibuka mulai 1 Februari hingga 8 Maret 2012. Pengumuman hasil pada 25 Mei 2012 dan registrasi mahasiswa baru pada 12-13 Juni 2012.
Sedangkan pendaftaran jalur tertulis dan keterampilan, lanjut Djoko, mulai dilaksanakan pada 10-31 Mei 2012. Ujian tertulis pada 12 dan 13 Juni 2012 dan ujian keterampilan pada 14 dan 15 Juni. Pengumuman hasil pada 7 Juli 2012.
Tentang daya tampung, dijelaskan, tahun ini menerima sekitar 180 ribu. Dengan rincian sebanyak 50 ribu kursi untuk jalur undangan, sementara jalur tertulis sebanyak 130 ribu kursi.
Untuk jumlah peserta SNMPTN, Akhmaloka akan naik sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk jalur undangan diperkirakan jumlahnya sekitar 250 ribu orang. Dan jalur tertulis sebanyak 600 ribu orang.
Soal biaya, disebutkan, besarannya tak jauh berbeda dibanding tahun lalu. Untuk kelompok IPA dan IPS dikenakan biaya Rp 150 ribu. Dan kelompok IPC (IPS +IPA) sebesar Rp 175 ribu per orang. Dan biaya keterampilan sebesar Rp 150 ribu per orang.
Pada kesempatan itu Dirjen Dikti Djoko Santoso meminta pada para rektor agar taat pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 34 Tahun 2010 tentang pola penerima mahasiswa baru. Dalam Permendiknas tersebut ditegaskan agar PTN mengalokasikan 60 persen kuota mahasiswa barunya melalui SNMPTN. Seleksi mandiri ditetapkan 40 persen.
“Ujian seleksi mandiri pun harus dilakukan setelah pengumuman SNMPTN. Kendati ada ketentuan 60 persen, ada beberapa PTN yang menyerahkan seleksi mahasiswa barunya melalui SNMPTN sebesar 100 persen seperti IPB,” katanya.
Sumber : Suara Karya
SMK Bukan Pusat Industri
Seminggu terakhir ini banyak orang membicarakan prestasi siswa-siswa SMK di bidang mesin/ otomotif membuat mobil esemka. Tanpa mengurangi apresiasi dan Applaus yang tinggi, hal tersebut perlu dicermati secara seksama agar tidak timbul makna bias pada pendidikan SMK. Saya sependapat dengan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah(kompas.com) yang mengingatkan kepada kita bahwa sekolah menengah kejuruan (SMK) bukan sebagai pusat industri meski menghasilkan berbagai produk unggulan, termasuk mobil yang dinamai Esemka.
Kepala Disdik Jateng Kunto Nugroho HP di Semarang, Jumat, mengatakan, sesuai tujuannya SMK sebagai pusat pendidikan dan pelatihan serta pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
Hal itu diungkapkannya menanggapi wacana pengembangan mobil Esemka buatan anak-anak SMK menjadi mobil nasional. Ia menjelaskan, mobil itu salah satu dari ratusan produk unggulan yang dihasilkan siswa SMK.
Ia menjelaskan, pendidikan SMK ditujukan mengembangkan iptek itulah kemudian yang menjadikan siswanya menghasilkan beragam produk unggulan, salah satunya mobil Esemka yang saat ini ramai diperbincangkan.
“Setidaknya ada 424 program keahlian yang dikembangkan di SMK, mulai bidang otomotif dengan mengembangkan mobil segala model, kemudian bidang pertanian dengan beragam inovasi untuk pengembangan pertanian,” katanya.
Namun, katanya, SMK bukan menjadi pusat industri, meski produk-produk unggulan yang dibuat siswa SMK itu akhirnya diminati oleh pasar, misalnya banyak menerima pesanan produk.
“SMK bukanlah pusat industri, kalau kemudian produk yang dihasilkan anak-anak SMK itu diminati pasar dan industri, ya biarlah industri nanti yang bergerak. SMK tetap menjadi pusat pengembangan iptek,” katanya.
Pakar mesin automotif Universitas Negeri Semarang Wirawan Sumbodo membenarkan bahwa SMK sebagai lembaga pendidikan harus bekerja sama dengan kalangan industri untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkannya.
“Seharusnya lembaga pendidikan, industri, dan pemerintah bekerja sama. SMK tidak mungkin dibiarkan berjuang sendiri untuk melakukan pengembangan iptek, sebab biaya yang diperlukan sangat mahal,” katanya.
Ia mencontohkan tentang kerja sama yang baik antara lembaga pendidikan, industri, dengan pemerintah di Jerman. Sebab, katanya, lembaga pendidikan memang untuk menunjang industri dalam pengembangan iptek.
Sumbodo yang pernah menangani proyek pengembangan “Arina”, prototipe mobil kecil dari Unnes tersebut mengatakan, pabrikan mobil besar di Jerman kerap menggunakan hasil penelitian lembaga pendidikan untuk produknya.
“Saya pernah beberapa kali kunjungan ke Jerman, termasuk melihat proses produksi mobil di pabrikan mobil terkemuka. Ternyata, mobil produksinya menggunakan beberapa komponen hasil penelitian perguruan tinggi,” katanya.
Penggunaan hasil penelitian perguruan tinggi oleh industri itu, katanya, membuktikan kerja sama yang baik dan menguntungkan antara lembaga pendidikan yang didukung pemerintah dengan kalangan industri.
sumber : kompas.com
Jadwal UN SD/SMP/SMA/SMK TAHUN 2012
(UN) 2012. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis, Rabu (30/11/2011), UN 2012 untuk tingkat SMA/MA akan digelar pada 16-19 April 2012. Sementara UN susulan akan dilaksanakan 23-16 April 2012.
Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012 dan UN susulan berlangsung pada 30 April-4 Mei 2012.
Adapun, untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012 dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012.
Pengumuman hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB, dan SMALB pada 2 Juni 2012, sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.
Dalam jumpa pers kemarin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan, Ujian Nasional (UN) 2012 tetap akan digelar. Kritik dan pandangan yang disampaikan sejumlah pihak terhadap pelaksanaan UN, menurut dia, tidak perlu diperdebatkan lagi. Ia mengungkapkan, hal yang lebih substansial untuk didiskusikan adalah bagaimana agar pelaksanaan UN berjalan lebih baik.
Sumber : kompas.com
Selamat … SMK Negeri 2 Ponorogo dan SMK PGRI 1 Ponorogo direkomendasi Peroleh Sertifikat ISO 9001:2008
Pelaksanaan Audit Manajemen Mutu di SMK Negeri 2 Ponorogo tanggal 20 Desember 2011 dan SMK PGRI 1 Ponorogo tanggal 21 Desember 2011 yang berbuah manis karena Pihak Auditor PT URS Invited Surabaya merekomendasi untuk memperoleh Sertifikat ISO 9001:2008 walaupun masih harus melakukan perbaikan atas beberapa temuanĀ yang berkategori Discrepency. Terlepas dari itu hasil ini merupakan perjalanan panjang yang diretas oleh kedua Sekolah penuh dengan dedikasi tinggi meskipun di perjalanannya mengalami pasang surut motivasi dan semangat.
Perlu dicatat ini merupakan awal perjuangan untuk mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sesuai tuntutan pelanggan.
Selamat berjuang kawanku, kobarkan semangat demi anak bangsa
IngatĀ …. SMK… Bisa !




